Date TD 8 Goes To Yogyakarta ^_^

Memanfaatkan liburan 17 Agustus yg jatuh pada hari Senen, bukannya upacara, kita jalan2 ajah. Yey..

Yogyakarta adalah kota yang kita pilih, kenapa? Salah satu faktornya adl krn gw uda lama ga kesana, terakhir waktu SMA kelas 3. It means 10 tahun yg lalu. Lagian bisa dibilang Yogya gak terlalu jauh, untuk jalan2 selama 3 hari masih okelah.

Kita berangkat tgl 15 – 17 Agustus, pergi ber 6, personel kali ini adalah teman2 gereja gw di JPCC. Dan acara jalan2 ini juga sengaja diadakan oleh Komunitas Sel gw (DATE Tanjung Duren 8).

Hari ke 1 (Sabtu, 15 Agst 2015)

Kami ke Yogya naik kereta bisnis dari Pasar Senen (Rp 255,000), berangkat subuh jadwal keberangkatan pukul 06.15. tapi ternyata delay sekitar 1 jam karena kereta dalam perbaikan. Jadi akhirnya jam 7an baru jalan.

Ini pertama kalinya gw naik kereta yang jauh, biasa cuma naik kereta Jakarta-Bekasi. Kesan2nya? Lumayan enak sih sebenernya, pemandangan kanan kiri sawah membentang. cuma karena perjalanan panjang sekitar 8 jam, kita harus bawa cemilan dan makan siang sendiri. Karena sepenglihatan gw, di kereta cuma jual aqua dan pop mie *boleh sebut merk*. Ga tau ya kalau ada kantin or makanan lainnya.. gw ga liat soalnya n ga jalan2 ke gerbong lain juga.

Kita sampai di Yogya hampir pukul 4 sore. Menunggu mobil sewaan yang akan menjemput kami, mobil ini sudah kami booking pd saat kami di Jakarta. Ternyata drivernya namanya Pak Cucuk, bapak ini yg akan mengantar kami keliling Yogya selama 3 hari ini. Total sewa mobil untuk 3 hari ini + Driver + Bensin total Rp 1,220,000 pake new avanza.

Pemberhentian pertama, Soto Kadipiro.. Soto ini terkenal di Yogya krn cabangnya jg banyak. Ada soto ayam dan soto daging, kuahnya bening. Sayang pas kita kesana soto dagingnya habis.. jd kami hanya berkesempatan mencoba soto ayam kampungnya beserta dengan sate2an seperti sate telur puyuh, sate usus, ati ampla dll. Seporsi soto ini hanya 13Rb saja.

Soto Kadipiro

Soto Kadipiro

Selesai makan soto kita mencari martabak Pandega 8 rasa , martabak ini sudah menjadi target kita untuk dicoba karena adanya di Yogya. Walaupun lokasinya agak jauh, tapi bela2in untuk beli bungkus. Kudu banget dicoba.. 8 rasa : silverqueen, nutella, green tea, milo, ovomaltine, toblerone, oreo, keju.  harganya 95Rb. Duh.. ga kebayang deh ni berapa kalori yang masuk setelah melahap ini.

Martabak Pandega 8 Rasa

Martabak Pandega 8 Rasa

Lanjut ke arah Malioboro, Cuma lewatin doank pake mobil.. mengurungkan niat untuk turun krn rame banget dan kita juga ga ada tujuan khusus kesini. Lanjut jalan lagi, akhirnya kita mampir ke 1 toko grosir batik. Beli beberapa potong daster untuk orang rumah, trus lanjut menuju Alun-Alun Selatan Yogya.

Di alun2 ini juga cukup ramai, mungkin karena long weekend. Banyak gerobak2 penjual makanan, dan yg menarik adalah light car. Mobil yang memiliki lampu hias warna warni, cantik sekali. Eitzz jangan salah, mobil ini tidak di gas tp di goes kayak sepeda tp memakai setir mobil dan ada rem nya juga. 1 mobil bisa diisi 4 – 6 orang. Harga 1 kali putaran Rp 50,000/mobil. Sepertinya agak digetok krn musim liburan. T_T

We are Family ^_^

We are Family ^_^

Light Car

Light Car

Habis main lapar lagi, untuk makan malam pilihan jatuh pada Mie Jawa Kadin. Ini juga terkenal di Yogya, ramai sekaliiii… pesanan kita saja keluar setelah 1 jam menunggu. Di resto ini kita makan akan diiringi sebuah group yg menyanyikan lagu2 keroncong. Nice…

Setelah kenyang kita memutuskan untuk check in menuju hotel. Kami menginap di Greenhost Hotel, harga permalamnya Rp 478,000/room. Sampai di hotel kita langsung suka sm suasanannya, ini hotel termasuk dalam green concept building. Sangat nyaman dan memberikan feel yang berbeda. Recommended Hotel!

Greenhost Hotel

Greenhost Hotel

Nice Concept

Green Building.. Very Nice Concept

Hari ke 2 (Sabtu, 16 Agst 2015)

Rencana mau berangkat jam 7 pagi, tapi yaaa.. namanya orang Indonesia yah hahaha.. jam 8an baru berangkat.

Hari ini kami berencana untuk bermain2 air.. tujuan pertama adalah ke daerah Gunung Kidul yaitu Pantai Indrayanti. Perjalanan kurang lebih 2 jam dari hotel.

Sampai di Pantai Indrayanti sekitar pukul 10, berharap nih pantai masih sepi.. tp ternyata kami salah. Pantainya sudah ramaiiiiii.. hikz. Mungkin harus jam 6 pagi ya kalau mau sepi hehe

Pantainya cukup bagus, pasirnya putih dengan ombak besar. Sebenarnya ada tulisan dilarang berenang di pantai ini, mungkin sedikit berbahaya karena ombaknya besar. Tapi masih banyak juga yang berenang. Yahh asal di tepi2 pantai aja ga apa2 kali ya.

Karena pantainya cukup ramai, membuat gw gak gitu nyaman berlama2 dipantai ini. kami foto-foto sebentar menikmati sebatok es kelapa kemudian cabut dari sini. Setelah dari pantai ini kami sempat melewati 1 pantai lagi yg sedikit lebih sepi yaitu pantai Krakal, tp kami hanya lewat saja.

Pantai Indrayanti

Pantai Indrayanti

Tempat tujuan berikutnya adalah Cave Tubing Kalisuci. Krn waktu menunjukan pkl 12.00 dan perut uda krucuk2.. mampirlah dulu kita ke 1 restoran namanya Morojoglo. Menu yang di jual Sop Iga Rp 20,000/porsi dan Ayam Goreng Kremes Rp 17,000/porsi, Es Jeruk Rp 3,000 murah yah… haha

Sampai di lokasi Cave Tubing sekitar pkl 14.00. Cave tubing adalah perpaduan antara Caving (Penelusuran Goa) dan Body Rafting. Ini salah satu yang gw tunggu2. harga tiket per orang Rp 70,000/trip. Untuk trip selama 1,5 – 2 jam.

Karena sedang ramai akhirnya kami harus menunggu sekitar ½ jam sebelum akhirnya memulai petualangan ini. Kami di berikan helm, pelampung, pelindung siku dan lutut. Cukup safety menurut gw.

Kemudian kita jalan kaki menuju lokasi start. Setibanya di lokasi start, kami diberikan briefing sedikit mengenai cave tubing ini, karena nantinya kita masing2 akan menggunakan ban untuk mengarungi Kalisuci ini.

Pada saat start kita boleh turun perlahan menuju sungai nya dan mengambil ban, atau kita bisa lompat dr tebing setinggi 5-6 meter langsung ke sungai (bagi yang berani), salut sm Ko Garth, Ci Mei, n Tre yg akhirnya loncat dan mendarat di air dengan selamat. Hahaha

Poto dulu sebelum start

Poto dulu sebelum start

Petualangan di mulai dengan melewati curaman air yg cukup terjal untuk memasuki gua. Tenang.. mas nya berjaga2 supaya kita ga nyungsep kok. Masuk ke dalam gua, kita harus berbaris, karena ukurannya cukup sempit, hanya bisa dilewati oleh 1 orang. Di dalam gua terdapat sarang kelelawar. Keren.

Maap agak burem

Maap agak burem

Baris dulu mau masuk gua

Baris dulu mau masuk gua

Cave Tubing

Mari buat lingkaran

Keluar dari gua kita turun dari ban dan boleh berenang2 sesukanya, tentunya juga berfoto ria. Terdapat beberapa curam air yang membuat cave tubing ini menjadi sangat seru. Kebayang main arung jeram tetapi memakai ban, kurang lebih spt itu rasanya =) Gak terasa perjalanan berakhir.. di tmpt finish kami berfoto2 lagi, sebelum akhirnya kembali ke basecamp. Eitzzz tunggu dulu.. untuk kembali ke basecamp, kita harus menaiki anak tangga yang cukup curam sekitar 70 derajat, naik tangga kurang lebih selama 10 menit agar bisa dijemput oleh mobil dan kembali ke basecamp. Siap2 ngos2 an hosh hosh.

Sampai di basecamp, kita segera mandi.. kamar mandi disediakan gratis, kalau ramai ya harus ngantri. Setelah mandi, kami juga disediakan makan minum gratis yaitu semangkuk mie atau semangkuk bakso, dan teh manis hangat. Cukup menyegarkan. Thanks Mas2 nya… ga nyesel main cave tubing! Seruuuu banget!

Dari Kalisuci kami balik menuju ke arah kota, memakan waktu perjalanan sekitar 1.5 jam. Target kami untuk makan malam adalah Sate Kalatak. Tapi setelah sampai di tempatnya ternyata tutup. Akhirnya kami memutuskan untuk makan angkringan alias nasi kucing. Sampailah kami di angkringan Gareng Petruk. Makannya tentu pilih2 dahulu, kemudian bayar.. dan pilih spot lesehan yang paling oke.

Ngantrinya panjangggg

Ngantrinya panjangggg

Gak Afdol kalau belum lesehan

Gak Afdol kalau belum lesehan

Nasi Kucing

Angkringan

Hari ke 3 (17 Agustus 2015)

Merdeka!!!

Apa karena 17 Agustusan ya di Yogya banyak Moge dan Harley yang touring??

Hari ini hari terkahir kami di Yogya tapi pesawat kami malam, jadi kami masih punya banyak waktu untuk jalan2. Pagi2 kami packing smua barang dan angkut ke mobil.

Hari ini kami akan off road di Merapi! Yeyy.. perjalanan sekitar 1 jam dari hotel, sampailah di basecamp penyewa jeep untuk lava tour di merapi. Karena kami ber6, jadilah kami menyewa 2 jeep, yang masing2 akan diisi oleh 3 orang + 1 sopir yg tentunya sudah berpengalaman.

Harganya Rp 300,00/jeep untuk rute yang pendek sekitar 1 – 1,5 jam. Driver gw namanya Mas Eko, orangnya jail, ada jalan lurus, dia malah sengaja lewat jalan yg naik turun dan miring drastis. Sukses membuat gw teriak2.

Pada saat lava tour ini banyak debu, gw sampai pakai selampe yg diiket di muka, kacamata dan topi. Okee semakin ketutup semaik baik. Ntr pas mau foto baru dibuka ^_^

Kami mampir di beberapa spot untuk foto dan berhenti di beberapa tempat spt :

  • Museum sisa hartaku : ini adalah rumah penduduk yg gosong kena lahar panas waktu letusan gunung berapi. Motor, alat2 rumah tangga dan semua barang2 yg kena lahar hanya sisa bangkai bisa kita lihat di museum ini.
  • Batu alien, batu yang berbentuk seperti muka seseorang, katanya batu ini tiba2 ada setelah letusan gunung berapi.
  • Bunker : Bunker ini berjarak 4 km dari merapi, sebenarnya adalah tempat perlindungan dari gempa atau asap panas gunung berapi. Pernah ada 2 orang yang mencoba melindungi diri disini dari letusan, tetapi bukan hanya asap panas yang ditimbulkan dari letusan, tetapi juga lahar panas, dan bunker ini tidak bs melindungi mereka dari lahar, akhirnya merekapun meninggal di dalamnya. Hiks sedihnya

Perjalanan berakhir, menurut gw pribadi off road dengan rute pendek sudah cukup. Cape n mabok juga kalau terguncang2 off road lebih dr 1,5 jam. Untung ga ambil rute yang medium atau long.

Off Road

Off Road

Lapar lagi… tentunya kita cari lunch deket sana. Restoran Timbul Roso direkomendasikan oleh si driver jeep, oke segera meluncur. Pas sampai, tempat makannya oke juga. Mirip2 Resto Mang Engking or Resto Sapu Lidi di Bandung. Makannya lesehan di pondok2 gt. Disini kita memesan banyak sekali makanan *kalap* ikan gurame, ikan nila, cumi, sayur asem, tempe tahu, kangkung, sayur lodeh, es kelapa, 2 bakul nasi, apalagi ya lupa pokoknya banyak. Ga boleh terlalu lama makan, krn kita harus cari oleh2 sebelum ke airport.

Restoran Timbul Roso

Restoran Timbul Roso

Gudeg Yu Djum, pemberhentian pertama. gw beli 1 paket gudeg untuk dibawa pulang Rp 75,000. Porsinya lmyn banyak bs makan share 3-4 orang. Gudeg ini rasanya manis sekali, beda sama gudeg yang biasa gw makan di Jkt. Buat yang suka manis mungkin masih oke dengan gudeg ini, tp kl ga suka manis bilangnya sih ga doyan, kurang cocok di lidah.

Bakpia, beli beberapa box bakpia dan cemilan kerupuk2an buat mama dirumah. I love u mama.. haha

Next Pengrajin perak dan batik.

Sebelum ke airport, sempet2nya kita mampir untuk makan malam di 1 restoran (namanya lupa) yang lokasinya dekat dengan bandara, lmyn lah isi perut dlu sebelum meninggalkan Yogya. Drpd makan di airport pilihannya sedikit dan tentunya lebih mahal.

Bye bye Yogya… 3 hari 2 malam serasa kurang, kapan2 balik lagi.. jatuh cinta sama kulinerannya yang enak2 n ramah dikantong ^_^

Perjalanan kali ini kita juga bikin videonya loh berdurasi 10 menit.   video by Tre. Thankyou..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s